Beberapa Hasil dan Contoh Pengalaman
MOZAMBIK
Hal-hal yang paling dibutuhkan oleh masyarakat dari unit-unit
lanskap di Taman Nasional Gorongosa adalah air, lahan untuk bercocok tanam dan tempat
tinggal, bahan untuk membuat rumah (tiang kayu, serabut, rumput dan alang-alang), kayu
bakar, peralatan rumah tangga secara umum, bahan kerajinan dan bermacam-macam sumber
makanan dari hidupan liar.
Penduduk di dua desa dimana survei dilakukan biasa mengumpulkan dan
menggunakan sumberdaya dari daerah seluas kurang lebih 300 km2.
Pelajaran berharga yang kami peroleh dari analisis faktor-faktor yang
menentukan penilaian masyarakat lokal terhadap fungsi lanskap meliputi:
Model spasial nilai lanskap untuk 1 dari 2 desa yang diteliti

Gambar tiga dimensi dari desa Muaredzi diambil dari arah barat daya. Aksis-z diperbesar 10 kali untuk memperjelas variasi spasial dalam nilai lanskap yang diperkirakan. Lanskap yang diberi warna menunjukkan kepada masyarakat lokal besarnya B/C (benefit/cost = keuntungan/biaya; misalnya nilai) dari lanskap yang diperkirakan. Unit-unit di dalam lanskap yang memiliki nilai tertinggi adalah yang berwarna putih dan keemasan (puncaknya berada di tengah gambar). Daerah yang digambarkan berwarna biru muda hingga biru tua dan merah hingga merah tua memperlihatkan nilai lanskap yang sedang mengalami penurunan. Jalan dan jalur utama diberi tanda dengan garis merah tipis sedangkan rumah-rumah di desa diberi warna biru muda. Garis biru dari S. Urema tampak jelas di sebelah kiri bawah dan S. Muaredzi melintang dari kanan (timur) ke kiri (barat) di sebelah depan wilayah desa. Dua potongan berwarna biru muda sebelah timur desa (di sepanjang jalan utama menuju Muanza) adalah hutan kering bernilai sangat tinggi bagi masyarakat.
|
Baca "Assessment of the value of woodland
landscape function to local communities in Gorongosa and Muanza districts, Sofala
province, Mozambique" untuk keterangan lebih lengkap.
Peta vegetasi Muaredzi

Proses evaluasi dengan menggabungkan unsur-unsur keanekaragaman hayati
dan kepentingan masyarakat lokal memberikan hasil yang lebih baik di Muaredzi dibandingkan
di Nhanchururu, karena unit-unit vegetasi sebelumnya lebih sesuai dengan unit yang
dipetakan oleh CRUAT.
Penggabungan tersebut juga digunakan untuk membuat analisis ancaman
yang mungkin terjadi pada unit-unit lanskap yang bernilai. Beberapa tipe hutan
dialokasikan sebagai lanskap yang memiliki nilai konservasi tertinggi dan memperoleh
peringkat tinggi dari CRUAT selama kegiatan skoring tahap awal dan evaluasi lapangan yang
berikutnya. Dari sinilah konflik terbesar dapat dihindari antara tujuan konservasi dan
beragam jenis pemanfaatan oleh masyarakat Muaredzi, dan seharusnya menjadi perhatian
serius dalam upaya-upaya konservasi di tingkat lokal.
kembali ke atas
|