Versi cetak | Sitemap

Pentingnya Sumberdaya Alam bagi Masyarakat Lokal di Daerah Aliran Sungai Mamberamo, Papua, dan Implikasinya bagi Konservasi.

Boissière, M.; Van Heist, M.; Sheil, D.; Basuki, I.; Frazier, S.; Ginting, U.; Wan, M.; Hariadi, B.; Hariyadi, H.; Kristianto, H. D; Bemei, J.; Haruway, R.; Marien, E. R. Ch.; Koibur, D. P. H.; Watopa, Y.; Rachman, I. and Liswanti, N. 2005. Journal of Tropical Ethnobiology Vol I (2) : 76 - 95.

Abstract:

Lembah Mamberamo (Papua, Indonesia), yang luas dan sulit dijangkau memiliki keanekaragaman hayati dan kekayaan jenis eksotis sangat tinggi, mencakup sebagian hutan tropis dunia yang masih perawan. Jumlah penduduk di wilayah ini tidak lebih dari 7000 orang, tersebar di lebih dari 7,7 juta hektar dataran rendah berawa, hutan yang luas dan gunung-gunung yang tinggi dan mereka masih mempunyai kewaspadaan yang tinggi terhadap orang luar.

Artikel ini berisi ulasan tentang masyarakat dari salah satu komunitas tersebut yang menekankan pada bagaimana mereka memahami dan mengutamakan sumberdaya alam, lanskap, dan konservasi di dataran banjir dan aliran sungai sekelilingnya. Bagaimana persepsi masyarakat lokal mengenai lingkungan alamnya? Apa yang penting bagi mereka dan apa implikasinya terhadap konservasi?

Tulisan ini memberikan gambaran mengenai lanskap dan sumberdayanya, termasuk informasi mengenai ancaman-ancaman utama terhadap keragaman hayati, serta mata pencaharian masyarakat lokal. Diantara banyak hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa hasil yang sangat bermanfaat dari penelitian ini adalah pentingnya membangun kepercayaan penduduk setempat untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap konservasi untuk komunitas terpencil.

Download PDF: Konservasi (557 KB)