Indonesia
[Kalimantan]
[Sumatra]
Kalimantan
Pemerintah Indonesia telah memberikan ijin kepada CIFOR untuk
melakukan penelitian jangka panjang tentang pengelolaan hutan berkelanjutan di Kabupaten
Malinau (dulu Bulungan), Kalimantan Timur, di Pulau Borneo. Daerah yang berhutan lebat dan
memiliki medan berat ini, berbatasan dengan Taman Nasional Kayan Mentarang, hingga
sekarang belum banyak diketahui namun ditengarai bernilai sangat tinggi dalam hal
tumbuh-tumbuhan dan binatangnya. ITTO memberikan dukungan pada beberapa kegiatan
penelitian di daerah tersebut, di antaranya adalah sebuah 'studi keanekaragaman hayati'.
Kelompok peneliti keanekaragaman hayati di CIFOR memutuskan untuk
melangkah lebih jauh daripada sekedar 'menemukan apa dan dimana' dan, bersama sejumlah
mitra (lihat di bawah), mengembangkan
serangkaian metode untuk menilai pentingnya kekayaan hayati ini bagi masyarakat setempat, dan untuk
mengidentifikasi langkah-langkah apa yang diperlukan untuk menjaga biota ini di masa
datang.
Kabupaten Malinau masih diselimuti dengan hutan hujan tropis dataran
rendah dan sejauh ini beberapa tempat khususnya yang bisa dijangkau telah banyak ditebang.
Namun demikian, ada peningkatan tekanan dari perusahaan-perusahaan kayu yang tertarik
dengan kawasan hutan yang terbentang luas ini dan pemerintah daerah berkeinginan untuk
mengusahakan pendapatan dari kabupaten yang kaya akan sumber daya alam ini.
Ada dua puluh tujuh kelompok masyarakat yang tinggal di sepanjang
Sungai Malinau dan tergantung dari hutan-hutan di sekeliling mereka. Masyarakat tersebut
kini makin terdesak dan sumber kehidupan mereka terancam karena permasalahan penguasaan
lahan yang masih belum jelas di Indonesia.
Survei kami melibatkan tujuh kelompok kecil masyarakat adat Merap dan
Punan, yang hidup dengan menanam padi gunung (perladangan gilir balik), memancing,
berburu, menebang kayu dan/atau mengumpulkan hasil-hasil hutan.
Kami juga menampilkan contoh
hasil dan pengalaman...

|