Rencana yang akan datang
Program MLA akan dilanjutkan untuk mengetahui seberapa jauh metode
tersebut dapat diterima, disederhanakan dan dijalankan. Kemitraan di tiga benua telah
dikembangkan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Hal ini menawarkan beberapa peluang untuk
mengembangkan sebuah metode penilaian keanekaragaman hayati partisipatif yang praktis
untuk memfasilitasi gagasan-gagasan lokal yang relevan dengan upaya konservasi.
Penyebarluasan metode dan pendekatan akan dilakukan melalui para mitra.
Perhatian khusus akan ditujukan pada identifikasi pendekatan yang efektif untuk membagikan
hasil-hasil survei kepada para pengambil kebijakan. Upaya-upaya ini akan memungkinkan
CIFOR untuk mempengaruhi strategi konservasi keanekaragaman hayati dari lembaga-lembaga
pembangunan dan konservasi dan menyediakan perangkat bagi mereka untuk memonitor dan
mengevaluasi bagaimana strategi tersebut diterapkan.
Proses pengumpulan informasi semacam MLA perlu ditindak lanjuti dengan
kegiatan untuk mengembangkan informasi lokal dan memperjelas implikasi yang lebih luas
dari hasil-hasil yang diperoleh, sumberdaya atau lokasi di lanskap yang berbeda.
Perangkat diagnosa semacam MLA tidak menjamin bahwa para pengambil
keputusan akan mengambil langkah-langkah tepat guna memecahkan masalah. Namun demikian,
perangkat tersebut bisa menjadi sebuah basis untuk mendukung terwujudnya pemahaman dan
dialog yang bermanfaat antara pengelola hutan, pembuat kebijakan, dan masyarakat
setempat agar kekeliruan dan kesalahpahaman dapat dihindarkan. Dengan demikian, hal
tersebut bermanfaat pula untuk mengidentifikasi adanya konflik antar kepentingan sekaligus
untuk menjelaskan berbagai kemungkinan pemecahan yang saling menguntungkan.
Ada sebuah peluang yang menarik untuk menerapkan pendekatan tersebut
pada suatu proses rencana konservasi di tingkat kabupaten di Papua (oleh Conservation International), seperti halnya di sebuah hutan tanaman di
Sumatra. Disamping itu, sebuah proyek regional untuk mengembangkan kapasitas penelitian
yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati di Gabon, Afrika Tengah, akan memberikan
pengalaman kepada para peneliti di Afrika tentang pendekatan MLA.
Kegiatan MLA terbaru yang dilakukan di Vietnam dan Filipina.
Saat ini sebuah proyek untuk mengembangkan mata pencaharian bagi masyarakat
yang tergantung pada hutan sekaligus meningkatkan pengelolaan hutan
berkelanjutan telah dimulai di Vietnam Tengah (Thua Thien Hue). Proyek ini akan
menerapkan tiga perangkat penelitian; MLA, Skenario Masa Depan (Future
Scenarios) dan Pembayaran Jasa Lingkungan (Payment for Environmental Services).
Di Pulau Palawan, Filipina, pendekatan MLA akan dipergunakan pada proyek yang
didanai oleh Uni Eropa 'Levelling the playing field: fair partnership for local
development to improve the forest sustainability in Southeast Asia'. Persepsi
masyarakat Batak setempat mengenai keanekaragaman hayati dan prioritas mereka
dalam pengelolaan hutan akan diteliti dalam sebuah daerah yang dikelola oleh
organisasi masyarakat melalui sebuah kerangka pengelolaan hutan berbasis
masyarakat. Situs proyek ini adalah: <http://www.cifor.cgiar.org/lpf/>
|