|
|
CIFOR Media Coverage 2003
Page: [1][2][3]
CIFOR places special emphasis on working with the media and respects media copyright. Our media pages include only the title and opening sentences of articles produced about CIFOR’s work. To try and access the complete story, we suggest you do a web search using “CIFOR” plus key words from the “opening sentences” of the article(s) below you are interested in. Often the full story can be found on the media company’s internet site or on other web pages.
- SUARA PEMBARUAN -- December 19, 2003
Merugikan, Pengelolaan Lahan Gambut dengan Pembakaran
Pengelolalan lahan dengan cara pembakaran atas tujuh juta hektare lahan gambut di Sumatera oleh masyarakat atau perusahaan perkebunan, dikhawatirkan akan mendatangkan penderitaan bagi masyarakat. Cara itu akan menyebabkan timbulnya kabut asap yang meluas.
- SINAR HARAPAN -- December 17, 2003
Serangan El Nino Mengancam Kebakaran Hutan Kembali di Depan Mata
JAKARTA - Sedia payung sebelum hujan. Agaknya pepatah klasik itu patut mengemuka saat ini menyusul kemungkinan serangan El Nino pada pertengahan 2004 mendatang di wilayah Indonesia. Bukan tidak mungkin, serangan El Nino itu dapat memicu kebakaran hutan seperti yang terjadi beberapa tahun silam.
- Media Indonesia -- December 17, 2003
Disiapkan 72 Regu untuk Atasi Kebakaran Hutan
Departemen Kehutanan (Dephut) telah menyiapkan 72 Brigade Kebakaran Hutan untuk menangani kebakaran hutan pada 2004 di lima provinsi yaitu Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Satu brigade/regu dianggarkan dana Rp100 juta/tahun.
- RRI national news service, Jakarta (national wide range broadcasting, over Indonesia area) -- December 16, 2003, 20:00hrs
KEBAKARAN HUTAN (Antisipasi terhadap El Nino 2004)
Dalam upaya memecahkan permasalahan kebakaran hutan, khususnya sebagai antisipasi terhadap kemungkinan munculnya El Nino tahun 2004, di Jakarta, hari ini diselenggarakan lokakarya nasional kebakaran hutan di Indonesia: Dampak, Isu Utama dan Kebijakan Menanggapinya.
- SINAR HARAPAN -- December 15, 2003
Semiloka Kebakaran Lahan Gambut Datangnya Musim Kering, Kembalinya Kebakaran
Saat ini, sedikitnya tujuh juta hektare (ha) lahan basah atau gambut yang terdapat di Sumatra dalam kondisi yang sangat memprihatinkan akibat pembakaran dan pembukaan lahan baru. Padahal, hutan gambut di Sumatra merupakan 40% dari keseluruhan hutan gambut di Indonesia yang saat ini berkisar 17 juta ha. Artinya, lahan gambut yang ada di Sumatera saat ini hanya 1 juta -hingga 2 juta ha saja yang kondisinya masih baik.
- KORAN TEMPO -- Desember 11 2003
Seven million hectares of Peatlands in Sumatera under threat
(translation) At least seven million hectares of wet and peatlands in Sumatera, from a total of 27 million hectares across Indonesia, are cause for considerable concern due to the possible impact of land burning practices and the opening up of new lands. This was the view expressed by Daniel Murdiyarso, a researcher with the Center for International Forestry Research (CIFOR), at a workshop on peatland fires held in Palembang yesterday (10/12).
- KORAN TEMPO (Bahasa Indonesia) -- Desember 11 2003
7 Juta Hektare Lahan Gambut di Sumatera Terancam
Sedikitnya 7 juta hektare lahan basah atau gambut yang terdapat di Sumatera dari 27 hektare lahan gambut yang ada di Indonesia dalam kondisi yang sangat memprihatinkan akibat pembakaran dan pembukaan lahan baru. Demikian diungkapkan Danial Murdiyarso, peneliti dari Center International Forestry Research (CIFOR), dalam sebuah semiloka tentang kebakaran lahan gambut di Palembang, kemarin (10/12).
- RRI, Palembang National news, brodcast within Indoensia -- Desember 10-11 2003
Disiapkan 72 Regu untuk Atasi Kebakaran Hutan Kebakaran lahan gambut dan masalah kabut asap di Sumatra
Masalah kebakaran hutan dan lahan di Indonesia semakin meningkat dalam dasawarsa terakhir ini. Musibah tersebut jelas menimbulkan masalah lingkungan hidup, social dan ekonomi baik di Indonesia maupun negara tetangga. Demikian dalam paparan Semiloka kebakaran gambut di Palembang 10 hingga 11 Desember 2003 yang disampaikan Dr. Suyanto dari ICRAF.
- The JAKARTA POST -- December 10, 2003
Illegal logging: It's not just about law enforcement
In 2001, the most recent year for which relatively accurate statistics are available, Indonesians consumed some 19 million cubic meters of timber in the form of paper, sawn timber, plywood, and other products. In the same year, Indonesia exported the equivalent of 40.7 million cubic meters of timber, again mainly as pulp and paper, plywood, and sawn timber.
- The JAKARTA POST (Bahasa Indonesia) -- December 10, 2003
Pembalakan Liar: Lebih Dari Sekadar Penegakan Hukum
Tahun 2001 merupakan tahun terkini dimana terdapat akurasi statistik yang baik. Orang Indonesia menghabiskan 19 juta kubik meter kayu dalam bentuk kertas, kayu, kayu lapis dan produk lainnya. Pada tahun yang sama Indonesia mengekspor 40,7 juta kubik meter kayu, utamanya sebagai bubur kertas dan kertas, kayu lapis, dan kayu.
- The Economist -- November 22nd, 2003
Illegal logging in Ecuador
SIR- Your article about illegal logging in Ecuador was spot on in its analysis of the groups trying to block reform but, in passing you perpetuates the fallacy that logging causes most deforestation (“Cut down”, November 1st). In fact, agricultural expansion, particularly the conversion of forests to pasture to raise cattle, is the principal cause of forest clearing in Ecuador and other tropical Latin American countries.
- KOMPAS -- November 21, 2003
Ditemukan, Spesies Baru Bunga Raflesia di Kaltim
Samarinda, Kompas - Setelah tim ekspedisi keanekaragaman hayati Indonesia-Malaysia menemukan bunga jenis Raflesia oleh tim ekspedisi keanekaragaman di Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), kini ilmuwan kolaborator CIFOR menemukan bunga raflesia spesies baru di kawasan hutan penelitian (Malinau Researcah Forest/MRF) CIFOR, Seturan, Kabupaten Malinau.
- November 11, 2003
Saving Mahogany, Saving Mahogany, Saving forests, Saving Lives
The dark-red and highly prized timber from the world's rapidly diminishing supply of mahogany trees epitomizes the ongoing conflict and controversies regarding tropical forests. Most media coverage has focused on the underbelly of the mahogany trade, reporting accusations of slavery, threats to indigenous South American tribes and unchecked illegal logging.
- KOMPAS -- November 08, 2003
Perlu Moratorium Pembalakan Kayu
Kayu-kayu besar yang menghantam bersama deru banjir bandang di Bukit Lawang, Bohorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengingatkan sekali lagi bahwa alam mengamuk akibat ulah manusia yang merusaknya. Tragedi Bohorok terjadi karena degradasi lingkungan di Kawasan Ekosistem Leuser.
- TVE News -- November 03, 2003
Beating the axe - TVE sees the forest for the trees
On the eve of global transmission of Blood Timber Earth Report series editor, Robert Lamb reflects on nearly two decades of covering the unfolding tragedy of the destruction of native forests on television. (Blood Timber transmits (GMT) Monday November 3rd 22.30; Tuesday 01.30, 09.30; Saturday 18.30; Sunday 07.30. And on BBC News 24 Saturday 16.30 and 05.30 Sunday.
- KOMPAS -- November 03 2003
Warga Setulang Menolak Penebangan Hutan Adat
Malinau, Kompas - Warga Setulang, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur, menolak perusahaan kayu yang akan menebang hutan adat seluas 5.300 hektar yang ada di sekitar desa mereka. Sebaliknya, perusahaan kayu menawarkan pola bagi hasil sekitar Rp 30.000-Rp 75.000 per meter kubik untuk kas desa bagi setiap kayu yang ditebang.
- THE JAKARTA POST -- October 27, 2003
Decentralize to save the forest
Bhs. Indonesia: Akhir-akhir ini media massa menerbitkan laporan mengenai program penghutanan kembali. Ini merupakan inisiatif yang patut dipuji. Namun sayangnya, dengan keadaan pemerintah yang dirudung masalah berakibat pada pengelolaan hutan dan lahan hutan di Indonesia, hingga inisiatif tersebut bisa tak bermanfaat.
English: In recent times the media has carried a number of stories about the government's reforestation program. While this is a laudable initiative, given the current governance problems affecting the management of Indonesian forests and forest land, the initiative may prove unviable.
- BISNIS INDONESIA -- October 23, 2003
Hari Pangan Sedunia digelar besok di Semarang
SEMARANG (Bisnis): Sedikitnya 60 organisasi pangan nasional dan internasional akan mengikuti peringatan Hari Pangan Se-Dunia (HPS) yang dijadwalkan besok di Lapangan Turangga Ceta, Yon Kavaleri Serbu, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peringatan HPS ke-23 ini dengan filosofi kelaparan merupakan penyebab sekaligus dampak dari kemiskinan itu akan dibuka Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti.
- KALIMANTAN POST -- October 21, 2003
Hasil Survei, Miskin Tak Punya Uang
MALINAU-Setelah sehari melakukan survei kemiskinan di empat desa di wilayah Malinau Kecamatan Malinau Utara yakni Desa Long Payang, Long Lihi, Long Tebunyau dan Menabur Senede, akhirnya tim sudah bisa mengindentifikasi dan menentukan indikator keluarga miskin (gakin) menurut masyarakat setempat.
- SINAR HARAPAN -- October 18, 2003
Resensi Buku Judul : Kemana Harus Melangkah? Masyarakat, Hutan, Dan Perumusan Kebijakan di Indonesia Potret Kerumitan Pengelolaan Hutan
Bhs. Indonesia: Di banyak negara, gejala yang muncul keluar adalah penyelenggaraan negara yang buruk mengakibatkan kerusakan pada hutan dan lahan, dan tonggak dari ekspresi publik mengenai pemerintahan yang korup adalah pada perjuangan perimbangan akses ke sumberdaya alam.
English: In many countries the most visible symptom of bad governance has been the abuse of forests and land, and the lightning rod for expression of public dissatisfaction with corrupt governments has been the struggle for equity in access to natural resources. It was therefore no surprise to find Indonesia's nascent environmental organizations at the forefront of the barricades during these tumultuous days in May 1998 that led to the overthrow of the Soeharto regime.
- THE JAKARTA POST -- October 13, 2003
Can money-laundering law catch illegal loggers?
The writers JM Winer and TF Roule in their January paper The Finance of Illicit Resource Extraction, state the need for a genuine drive to link efforts at preventing the illegal exploitation of natural resources with antimoney-laundering initiatives currently on the increase throughout the world.
- CANBERRA TIMES -- October 03, 2003
Local Fires Require Global Solutions
(Bogor, Indonesia) As a US citizen working in Indonesia for an organization set up with considerable Australian assistance, I take an active interest in the stories about Australia that appear in the Indonesian media. Given the capricious nature of the Indonesia-Australian relationship you would expect these stories to focus on the countries’ political relations. But the stories cover the full spectrum of sport, politics, economics, the environment, culture, lifestyles and, as with media around the world, Australia’s latest movie stars. It goes to show how much importance Indonesians place on their nation’s relationship with Australia.
- ONLINE OPINION -- October 03, 2003
International co-operation can help us all prevent and alleviate fire damage.
As a US citizen working in Indonesia for an organisation set up with considerable Australian assistance, I take an active interest in the stories about Australia that appear in the Indonesian media. Given the capricious nature of the Indonesia-Australian relationship you would expect these stories to focus on the countries' political relations. But the stories cover the full spectrum of sport, politics, economics, the environment, culture, lifestyles and, as with media around the world, Australia's latest movie stars. It goes to show how much importance Indonesians place on their nation's relationship with Australia.
- THE GAZETTE (Canada.com News) -- September 23, 2003
'Socialistic' operations hurt forests Canada underprices timber: report. Academic stresses access to resources, sustainability, rather than privatization
A report on the world's forests, presented yesterday during the World Forestry Congress in Quebec City, notes two-thirds of the global supply of industrial wood comes from 15 per cent of forested land that is intensely managed. And its authors, academics affiliated with the United Nations University, say Canada, which ranks third in the world after Russia and Brazil in forested area per capita, is underpricing its timber in forests that are 94-per-cent publicly-owned.
- ASIA TIMES ONLINE -- September 19, 2003
Scapegoats for Indonesia's timber problems
JAKARTA - In a further attempt to get Singapore and Malaysia to crack down on the illegal import of Indonesian logs, Forestry Minister M Prakosa is to visit both countries and China early next month for talks that seem futile from the start. Prakosa said Singapore remains uncooperative and has not responded to earlier requests that it stop receiving illegal logs. In a fine turn of phrase, he accused them of "timber laundering". After a hearing with House of Representatives Commission III for forestry and agriculture last week the minister said, "Singapore accepts the timber. The transit there is to launder the illegal timber."
- KOMPAS -- September 19, 2003
Money Laundering Law Could Help Save Indonesian Forests
Bogor, Kompas - CIFOR (Center for International Forestry Research) based in Bogor has welcomed the DPR decision to include forestry and environmental crimes, such as illegal logging, in an amendment to Regulation No. 15, 2002 on money laundering. The new law shows Indonesia is serious in handling forestry crime.
- KOMPAS -- September 19, 2003
UU Tindak Pidana Pencucian Uang Dapat Menolong Menyelamatkan Hutan Indonesia
Bogor, Kompas - CIFOR (Center for International Forestry Research/Pusat Penelitian Hutan Internasional) yang berkedudukan di Bogor menyambut baik keputusan DPR memasukkan kejahatan di bidang kehutanan dan lingkungan, seperti illegal logging, dalam UU perubahan atas UU No 15 Tahun 2002 tentang tindak pidana pencucian uang. UU baru ini menunjukkan keseriusan pemerintah menangani kejahatan kehutanan.
- BISNIS INDONESIA -- September 18, 2003
UU tentang pencucian uang selamatkan hutan
BOGOR (Bisnis): The Center for International Forestry Research (CIFOR) menilai UU No. 15/2002 tentang tindak pidana pencucian uang dapat dijadikan alat untuk menyelamatkan hutan Indonesia dari kerusakan akibat praktek illegal logging. Menurut Direktur bidang Forests and Governance, CIFOR, Doris Capistrano, masuknya kejahatan bidang kehutanan dalam No. 15 tahun 2002 tentang tindak pidana pencucian uang merupakan langkah penting dalam memerangi illegal logging.
- ANTARA -- September 18, 2003
UU tindak pidana pencucian uang dapat selamatkan hutan Indonesia
Bogor, 18/9 (A - Pusat Penelitian Hutan Antarbangsa (CIFOR) menyambut baik keputusan DPR-RI yang memasukkan kejahatan di bidang kehutanan dan lingkungan seperti "illegal logging" di dalam UU Perubahan atas UU No:15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan hal itu dapat menolong menyelamatkan hutan Indonesia.
- JAKARTA POST -- September 19, 2003
RI has limited capacity to fight illegal logging: President
BOGOR, West Java (Antara): President Megawati Soekarnoputri admitted here on Monday that Indonesia has limited capacity in fighting and overcoming illegal logging. While acknowledging that many factors contribute to this limited capacity, Megawati vowed that Indonesia would continue the fight to stop illegal logging.
- LAKSAMANA NET -- September 9, 2003
Logging On to Blame International Demand
Laksamana.Net - Rather than point her finger at endemic corruption and poor law enforcement, President Megawati Sukarnoputri says rampant illegal logging in Indonesia is due to rising international demand for timber. “The increased demand for wood in the international market, the higher production of wood-based furniture products and the extension of wood-related industries, inevitably trigger illegal logging,” she was quoted as saying by The Jakarta Post.
- ASIA PULSE -- September 9, 2003
Indonesian President Megawati Apologizes to Aipo Delegates
BOGOR, Sept 9 Asia Pulse - Indonesian President Megawati Soekarnoputri extended her apology to all participants of the 24th ASEAN Inter Parliamentary Organization (AIPO) conference for not being able to attend the opening of the event in Jakarta on Monday.
- SINAR HARAPAN -- September 09, 2003
"Pencucian" Kayu Ilegal
Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda mengatakan bahwa Indonesia telah mengadakan persetujuan dengan banyak negara terutama dari calon pembeli untuk tidak membeli kayu hasil illegal logging terutama dari negara-negara Eropa dan Jepang. Demikian ungkap Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, Selasa (9/9) di Jakarta saat ditanya mengenai maraknya penyelundupan kayu ke luar negeri.
- KOMPAS -- September 09, 2003
Menhut: Singapura Tempat "Pencucian" Kayu Ilegal
Bogor, Kompas - Singapura selama ini telah menjadi tempat persinggahan bagi kayu-kayu ilegal dari Indonesia. Selanjutnya, di negara tersebut kayu-kayu ilegal itu "dicuci" menjadi kayu legal. "Singapura menerima kayu- kayu. Transit untuk pencucian kayu-kayu ilegal dari Indonesia," kata Menteri Kehutanan (Menhut) M Prakosa seusai Peringatan 10 Tahun Pusat Penelitian Hutan Internasional (CIFOR) di Istana Bogor hari Senin (8/9).
- SUARA MERDEKA -- September 09, 2003
Pemerintah Sulit Mengatasi Penebangan Liar
JAKARTA- Pemerintah mengaku kesulitan mengatasi merebaknya aksi penebangan hutan secara liar. Salah satu pendorong banyaknya pencurian kayu adalah meningkatnya permintaan kayu di pasar internasional. Menyampaikan sambutannya pada peringatan 10 tahun Pusat Penelitian Hutan Internasional (CIFOR-Center fo International Forestry Research) di Istana Bogor, kemarin Presiden Megawati Soekarnoputri menunjuk adanya perubahan cara pandang masyarakat dunia tentang hutan.
- The Kachin Post -- September 04, 2003
A Rackless Harvest
September 04, 2003— The ornate three-story palace just off the main road in Ruili, a boomtown on China's southern border, is a monument to the plunder of Burma's rain forests – and to China's insatiable appetite for timber.
- SUARA PEMBARUAN -- August 21, 2003
Menneg LH Harus Serius Selamatkan Ekosistem Leuser
JAKARTA - Aliansi lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menolak pembangunan jalan Ladia Galaska (Lautan Hindia-Gayo-Alas-Selat Malaka) di Nanggroe Aceh Darussalam kembali mendesak Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Nabiel Makarim agar lebih serius mengupayakan penyelamatan kawasan ekosistem Leuser. Sejak diberlakukannya operasi pemulihan keamanan di Aceh, banyak kawasan konservasi, termasuk Taman Nasional Gunung Leuser, dikhawatirkan rusak parah.
- JAKARTA POST -- August 15, 2003
Banks can stop illegal logging if they want (Part two)
Last year, the Ministry of Forestry set timber production from natural forests at 6.8 million cubic meters. But the requirements of the timber industry were approximately 60 million to 70 million cubic meters. Estimates suggest between 60 percent to 80 percent of the timber industry's supplies are obtained illegally.
- JAKARTA POST -- August 14, 2003
Banks can stop illegal logging if they want to (Part one)
What crimes spring to mind upon hearing the term "money laundering"? Drug trafficking, trafficking in women, smuggling, protection rackets? All of these, no doubt. But how many of us would think of "forest-related crimes"?. Fortunately, some of the more committed representatives in government are making the link between illegal forest practices and, under current laws, legal banking practices. More importantly, with proposed amendments to existing money laundering laws introduced in June to the House of Representatives, they are trying break the link.
- DAYA BOGOR -- August 14, 2003
CIFOR, Meningkatkan Pemberdayaan Sumber Daya
Bogor sebagai kota yang sering sekali diidentikan dengan lingkungannya, dibuktikan dengan adanya Kebun Raya Bogor dan Institut Pertanian Bogor ternyata menyimpan sesuatu yang tidak kalah besarnya dari itu. Sejak tahun 1993 Bogor merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang menjadi pusat dari sebuah organisasi internasional yang bergerak dalam ruang lingkup ekologi lingkungan yaitu CIFOR.
|